Honda Alami Kerugian Pertama dalam 70 Tahun, CEO Minta Maaf kepada Pemegang Saham

Honda Alami Kerugian Pertama dalam 70 Tahun, CEO Minta Maaf kepada Pemegang Saham

Dalam momen yang mencolok bagi Honda Motor Co., perusahaan tersebut mengumumkan telah mengalami kerugian bersih tahunan pertamanya dalam hampir 70 tahun. Pada rapat tahunan, CEO Honda, Toshihiro Mibe, yang baru saja kembali dilantik menjadi anggota dewan direksi, secara terbuka mengakui hasil keuangan yang buruk dan meminta maaf kepada pemegang saham. Kerugian yang tercatat pada tahun fiskal 2025 mencapai 423,94 miliar yen, menunjukkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan, terutama dalam proses perombakan bisnis kendaraan listrik.

Mibe menyampaikan permintaan maafnya yang mendalam kepada para pemegang saham, mengakui kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kerugian besar ini. "Kami menyadari bahwa hasil ini sangat mengecewakan, dan kami berkomitmen untuk memperbaiki keadaan ke depan," ungkap Mibe dalam pidatonya. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis akan diambil untuk mengembalikan Honda ke jalur keuntungan, termasuk kolaborasi yang menguntungkan dengan pihak lain di industri otomotif.

Kerjasama dengan Nissan dan Mitsubishi Seiring dengan upaya untuk memperbaiki kondisi keuangan, Honda telah menjalin hubungan strategis dengan Nissan Motor Co dan Mitsubishi Motors Corp. Diskusi-diskusi yang dilakukan mencakup berbagai aspek inovasi, termasuk pengembangan platform kendaraan berbasis perangkat lunak generasi berikutnya serta teknologi baterai yang lebih efisien. Mibe mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Nissan sudah berada pada tahap yang cukup lanjut, bahkan beberapa aspek dari kerja sama ini telah mendekati tahap pengumuman resmi.

  • Kesepakatan awal mengenai kerjasama ini diumumkan Desember 2024.
  • Rencana tersebut mencakup pembentukan perusahaan patungan dengan pendaftaran di Bursa Efek Tokyo pada Agustus 2026.
  • Hal ini bertujuan menciptakan produsen otomotif terbesar ketiga di dunia, setelah Toyota dan Volkswagen.

Namun, meskipun kerjasama ini menjanjikan, cetak biru untuk merger penuh antara Honda dan Nissan tidak berhasil mengingat perbedaan yang signifikan dalam negosiasi yang hanya berlangsung selama tujuh minggu. Mibe menyatakan bahwa meski merger tidak terwujud, mereka akan berusaha menuju bentuk kolaborasi yang lebih terstruktur. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai skala yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan sistem mobil terhubung, guna menghadapi persaingan ketat tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dari produsen otomotif asing, terutama yang berbasis di China.

Dengan ambisi untuk menghadapi tantangan industri yang kian meningkat, Mibe menegaskan bahwa bekerja sama adalah langkah yang diperlukan untuk menekan biaya dan meningkatkan daya saing. Ke depannya, Honda berharap dapat membuktikan kemampuannya dalam memenuhi ekspektasi pasar dan mewujudkan inovasi yang akan menarik perhatian para pemangku kepentingan. Dalam suasana persaingan yang semakin ketat, upaya Honda untuk membangun aliansi yang kokoh dengan Nissan dan Mitsubishi dapat menjadi kunci untuk meraih kembali kepercayaan publik dan pemegang saham di masa depan.

Sumber: oto.detik.com