Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) resmi dibuka untuk umum pada Senin, 22 Juni 2026. Lokasinya yang strategis di Jakarta Utara diharapkan akan memudahkan masyarakat untuk mengakses stadion yang menjadi salah satu ikon baru olahraga di ibu kota. Dengan dibukanya stasiun ini, pengguna kereta api commuter line tidak perlu lagi khawatir tentang perjalanan yang panjang dan melelahkan ke stadion, terutama saat event besar atau pertandingan sepak bola berlangsung.
Sebagai bagian dari peninjauan, tim Kompas.com melakukan pengamatan langsung untuk mencatat waktu tempuh pejalan kaki dari peron Stasiun JIS menuju area Jakarta International Stadium. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan berjalan santai, penumpang hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima menit untuk mencapai stadion. Rute perjalanan dimulai dari peron stasiun yang kemudian menuju ke area gate keluar, dan dilanjutkan dengan akses tangga menuju jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan stasiun dengan area stadion itu sendiri.
Akses dan Fasilitas Stasiun JIS Jembatan penyeberangan orang yang menghubungkan Stasiun JIS dengan stadion dirancang nyaman dan aman bagi para pengunjung. Tangga di depan gate, yang berwarna abu-abu, memiliki lebar sekitar 1,5 meter dan terdiri dari 50 anak tangga. Setelah menggunakan tangga, pengguna hanya perlu melintasi jembatan tersebut untuk tiba di area Utara stadion. Cimut, seorang pengguna KRL yang pertama kali mencoba akses ini, menyatakan, “Lebih mudah, lebih gampang,” menunjukkan kepuasan akan kemudahan yang ditawarkan oleh jalur baru ini. Sebelumnya, Cimut harus menggunakan moda transportasi lain seperti busway, yang tentu lebih merepotkan dan memakan waktu lebih lama.
Meskipun banyak pengguna yang menilai kenyamanan akses menuju stadion dari Stasiun JIS, beberapa suara juga mencuat mengenai perlunya penambahan fasilitas untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Salah satunya adalah Erni, yang merasakan bahwa meski aksesnya nyaman, tangga yang tinggi menuju JPO cukup melelahkan. Ia berharap agar ke depannya pihak pengelola bisa mempertimbangkan penambahan eskalator guna mempermudah akses, terutama bagi pengunjung yang membawa barang bawaan atau bagi mereka yang berusia lebih tua. “Kalau lebih enak pakai eskalator. Soalnya ini tinggi banget nih tangganya. Pasti pegal kalau harus naik,” ungkap Erni.
Dampak Sosial dan Ekonomi Kehadiran Stasiun JIS diharapkan tidak hanya berdampak positif pada aksesibilitas, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi di sekitar stadion. Stasiun baru ini diharapkan bisa menarik lebih banyak pengunjung dan supporter yang ingin menyaksikan kompetisi olahraga, terutama pertandingan tim besar seperti Persija Jakarta. Adinata Manggala, seorang remaja berusia 16 tahun dari Cipinang, Jakarta Timur mengatakan, “Keberadaan stasiun ini membantu sekali, apalagi saat stadion ramai-ramai waktu ada pertandingan besar.” Dengan waktu yang lebih cepat untuk menjangkau lokasi, diharapkan minat masyarakat untuk hadir menyaksikan pertandingan akan meningkat.
Lebih jauh, pembangunan infrastruktur transportasi publik yang baik seperti Stasiun JIS diharapkan dapat mengurangi kemacetan di area sekitar stadion pada saat ada acara. Proyek ini juga menjadi langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang lebih ramah lingkungan. Dengan hadirnya akses yang lebih baik ke Jakarta International Stadium, diharapkan pengalaman menonton pertandingan menjadi lebih menyenangkan untuk semua kalangan.
Sumber: megapolitan.kompas.com